Sedang Hitung – hitung Anggaran Listrik? Begini Loh Cara Menghitung Kebutuhan Listrik Kantor

Bloggerbugis.com – Untuk kamu para pengguna listrik pascabayar, Sudah tahu belum cara menghitung pengeluaran atau tarif listrik yang benar? Kamu wajib banget tau nih, agar enggak dibodoh-bodohi oleh sang penagih. Penghitungannya pun tidak bisa hanya dikira-kira saja lho, tetapi ada formula (rumusnya) sendiri. Nah, berbicara tentang rumus, kamu pasti berpikiran kalau akan riber serta susah kan? Aslinya enggak kok.

Tapi untuk memudahkan langkah dalam menghitung, akan ada langkah tertentu yang harus dilakukan. Intinya, dengan kamu tahu cara menghitung pengeluaran listrik ini, kamu akan lebih hati-hati dalam urusan membeli atau memasang perabotan rumah yang membutuhkan listrik. Selain itu juga, paham hitungan listrik ini berguna untuk cegah kebobolan pengeluaran dikarenakan bengkaknya tarif yang ada. Yuk, tanpa harus berlama-lama lagi, ikuti langkah berikut untuk menghitung listrik di kantor, atau juga di rumah.

Ketahui Golongan Tarif Listrik

Nah, langkah pertama yang harus dilakukan yaitu mengetahui golongan tarif listrik yang ada di kantormu. Golongan tarif ini sebenarnya disesuaikan dengan batas daya listrik kamu. Ada beberapa golongan tarif dalam hal ini. Ada yang 6.600 VA ke atas, 5.500 VA, 4.400 VA, 3.300 VA, 2.200 VA, 1.300 VA, dan paling kecil ada 900 VA. Belum lama ini ada isu untuk penyederhanaan tarif, namun hingga sekarang masih belum ada keputusan lebih lanjut. Tarif listrik ini pun bisa dipisah menjadi beberapa golongan. Golongan paling kecil atau 900 VA dikenakan biaya 1.352 per kWH. Sedangkan 1.300 VA-5.600 VA atau lebih dari itu,  tarifnya sebesar 1.467,28 per kWH. Jika kantor kamu memakai listrik golongan 3.300 VA, tarif yang berlaku untukmu yaitu 1.467,26 per kWH. Jika kamu masih belum mengetahuinya, maka kamu bisa menghubungi orang yang bekerja sebagai kontraktor listrik.

Mencatat Perabotan Apa Saja yang Butuh Listrik

 

Perabotan yang Butuh Listrik

Setelah kamu mengetahui golongan listrik, kamu harus mendata perabotan mana saja yang banyak menyedot listrik. Gak cuma lampu ya, tapi juga kulkas, rice cooker, hair dryer, kipas angin serta berbagai peralatan listrik lain yang memerlukan tenaga listrik. Saat semua sudah dibuatkan list-nya, mari ilustrasikanlah berapa lama semua perangkat tersebut akan diaktifkan. Tentu saja tak mungkin bukan lampu dan AC menyala selama sehari penuh. Namun, lain lagi kasusnya dengan kulkas (pendingin) yang memang harus selalu berada dalam kondisi on.

Cara Penghitungan Tarif Listrik dalam Sehari

Cara Penghitungan Tarif Listrik

Selanjutnya yaitu menjumlahkan keseluruhan konsumsi listrik di dalam masing-masing perabot. Contohnya, 6.000 watt + 700 watt + 2.520 watt + 7.200 watt + 250 watt + 20 watt  + 700 watt = 17.390 watt per hari. Ingat ya, perhitungan tarif listrik tersebut digunakan satuan Kwh alias Kilowatt per jam. Buat mendapatkan Kwh, maka 17.390 watt : 1000 = 17,39 kWh. Saat telah mendapat angka konsumsi listrik di kantor dalam satuan Kwh tersebut, nah tinggal kamu kali saja dengan tarif dasar per golongan tadi. Jika setiap Kwh adalah 1.467,26 Rupiah, maka biaya keseluruhan listrik kamu adalah: 17,39 Kwh x 1.467,26 Rupiah = 25.515,65 Rupiah per hari. Untuk mendapatkan hasil satu bulan, maka kalikan saja dengan 30.

Bagaimana? Sangat mudah sekali bukan menghitung pengeluaran listrik di kantormu dalam satu bulan? Hal ini juga berlaku untuk listrik di rumah dan tempat lain, loh. Jika kamu masih belum paham mengenai hitung-hitungan di atas, maka kamu bisa meminta bantuan para kontraktor listrik yang memang paham akan hal ini.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *