Mengulik Penyebab Kerusakan Atap Bangunan

Setiap orang ingin mempunyai hunian idaman yang sempurna. Mungkin termasuk Anda. Hunian yang sempurna akan mengurangi rasa khawatir selama menempatinya. Meskipun begitu, rasanya sulit untuk mendapatkan status sempurna pada sebuah bangunan. Hunian tidak sebatas rumah, bisa apartemen, hotel, dan bangunan kokoh lainnya yang digunakan sebagai tempat tinggal.

Seiring berjalannya waktu, sebuah bangunan akan mengalami kerusakan. Mulai dari tembok yang retak, atap plafon yang bolong, cat yang pudar, hingga atap yang rusak. Kalau sudah begini, waktunya untuk memperbaiki. Anda bisa memperbaiki sendiri atau menggunakan jasa orang lain. Terutama bagian atap, di mana tidak semua orang bisa memperbaikinya. Bangunan besar seperti apartemen dan hotel biasanya menggunakan jasa renovasi hotel yang telah menjalin kerja sama. Hal ini disebabkan bangunan yang begitu tinggi sehingga membutuhkan peralatan khusus untuk merenovasi bangunan.

Faktor-Faktor Kerusakan Atap Bangunan

Kerusakan pada atap akan menyebabkan kebocoran di dalam bangunan. Hal ini pasti membuat Anda atau penghuni lainnya menjadi tidak nyaman. Ada beberapa faktor yang meyebabkan atap bangunan menjadi rusak, di antaranya adalah :

1. Genteng melorot

Penyebab genteng melorot adalah kemiringan yang tidak tepat. Rumah yang memiliki genteng tanah liat lebih baik dirancang memiliki kemiringan sudut 27,5 – 40 derajat. Jika kemiringannya tidak tepat, pemasangannya menjadi tidak pas. Hal inilah yang memungkinkan air masuk ke sela-sela genteng. Tambahkan pula dengan paku reng agar genteng tidak melorot.

2. Genteng retak hingga pecah

Inilah pentingnya menggunakan jasa kontraktor yang terpercaya, terutama untuk bangunan tinggi yang membutuhkan alat bantuan saat melakukan renovasi. Jangan sepelekan genteng yang retak atau pecah. Genteng mudah retak atau pecah dikarenakan kualitasnya yang kurang baik. Usia genteng sangat dipengaruhi oleh cuaca, sehingga lama kelamaan akan menjadi rapuh. Segera mengganti genteng yang retak dengan yang baru untuk menghindari kerusakan yang lebih parah.

3. Kerusakan pada bubungan

Kerusakan bubungan biasanya disebabkan oleh bubungan yang retak. Bubungan adalah bagian yang sulit diperbaiki, itulah sebabnya Anda sebaiknya menggunakan jasa jasa kontraktor untuk memperbaikinya. Apalagi jika rumah Anda berukuran besar dan sulit dijangkau. Terlebih, bila rumah Anda digunakan sebagai perputaran bisnis, seperti guest house atau hotel, maka menggunakan jasa renovasi hotel akan lebih efisien. Meskipun begitu, kerusakan pada bubungan dapat diperbaiki menggunakan semen putih dan lem fox pada bagian yang retak.

4. Kerusakan akibat cuaca

Sebagai pelindung rumah pada posisi paling atas, atap rawan dengan perubahan cuaca yang ekstrim. Apalagi di wilayah Indonesia, atap terbiasa terpapar sinar matahari terik pada musim kemarau, kemudian diguyur hujan di musim penghujan. Meskipun Anda menggunakan bahan atap terbaik, material tersebut tetap memiliki batas tertentu. Misal 10 hingga 15 tahun, Anda harus mengganti atap rumah untuk mencegah kerusakan yang lebih parah. Kerusakan pada atap akibat cuaca biasanya ditunjukkan dengan retak pada sambungan tepi, retak rambut pada genteng tanah liat, seng yang keropos atau pudarnya warna cat pelapis pada genteng beton.

Demikianlah ulasan singkat mengenai faktor-faktor yang menyebabkan kerusakan pada atap. Banyak orang menyepelekan perawatan pada atap, sehingga baru menyesal setelah terjadi kerusakan yang cukup parah. Alangkah baiknya Anda melakukan pemeliharaan secara berkala untuk menjaga kualitas atap hunian milik Anda. Hal ini juga mampu meringankan biaya yang dikeluarkan. Biaya perawatan biasanya akan lebih hemat dibanding biaya renovasi.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *